SEJARAH PERKEMBANGAN PERADILAN AGAMA DI ACEH SEBELUM DAN SETELAH KEMERDEKAAN RI

I. ZAMAN KESULTANAN ISLAM

Peradilan Islam telah lahir di Aceh sejak zaman jayanya Kerajaan Aceh. Pada masa itu peradilan dipegang oleh “Qadli Malikul ‘Adil” yang berkedudukan di ibukota kerajaan, Kutaraja. Qadli malikul ‘Adil ini kira-kira dapat disamakan dengan Mahkamah Agung, sebagai Pengadilan Tertinggi. Di masing-masing daerah Uleebalang terdapat Qadli Uleebalang yang memutuskan perkara di daerahnya. Banding terhadap putusan Qadli Uleebalang diajukan ke Qadli Malikul ‘Adil.

Qadli Malikul ‘Adil dan Qadli Uleebalang diangkat dari ulama-ulama yang cakap dan berwibawa. Karena perkara yang dibanding ke Qadli Malikul’Adil tidak banyak, maka Qadli Malikul ‘Adil lebih banyak bertugas memberikan fatwa dan nasehat kepada kerajaan. (lebih…)

Continue Reading SEJARAH PERKEMBANGAN PERADILAN AGAMA DI ACEH SEBELUM DAN SETELAH KEMERDEKAAN RI

SEKILAS DARI PENGADILAN AGAMA KE MAHKAMAH SYAR’IYAH

Di era reformasi, semangat dan keinginan untuk melaksanakan syari’at Islam kembali menggema dikalangan rakyat Aceh, disamping tuntutan referendum yang juga disuarakan oleh sebahagian generasi muda pada waktu itu.

Para Ulama dan Cendikiawan muslim semakin intensif menuntut kepada Pemerintah Pusat, agar dalam rangka mengisi keistimewaan Aceh dan mengangkat kembali martabat rakyat Aceh supaya diizinkan dapat menjalankan Syari’at Islam dalam segala aspek kehidupan. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan lahirnya Undang-undang yang sangat penting dan fundanmental, yaitu : Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. (lebih…)

Continue Reading SEKILAS DARI PENGADILAN AGAMA KE MAHKAMAH SYAR’IYAH

End of content

No more pages to load