SOSIALISASI MAKLUMAT KETUA MAHKAMAH AGUNG DI MAHKAMAH SYAR’IYAH MEULABOH

Hari Rabu tanggal 20 September 2017 di Mahkamah Syar’iyah Meulaboh dilakukan sosialisasi Maklumat Ketua Mahkamah Agung RI NOMOR : 01/Maklumat/KMA/2017 Tentang Pengawasan dan Pembinaan Hakim, Aparatur Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya.

00002

Sosialisasi tersebut dilakukan oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Meulaboh Dr. Jakfar, SH, MH dan Wakil Ketua mahkamah Syar’iyah Meulaboh Dr. H. Amir Khamis, MA, Sosialisa diikuti oleh seluruh Hakim, Pegawai Kepaniteraan dan Pegawai Kesekretariatan serta seluruh Pegawai Honor. Tujuan Sosialisasi adalah untuk menjelaskan tentang aturan-aturan yang di atur dalam Perma nomor 7 Tahun 2016, Perma Nomor 8 Tahun 2016, Perma Nomor 9 Tahun 2016 serta Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 71/KMA/SK/V/2008 yang telah diubah dengan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 069/KMA/SK/V/2009.

00001

Disamping menjelaskan tentang aturan-aturan tersebut sosialisasi juga menjelaskan tentang kode etik pedoman perilaku Hakim, kode etik Panitera dan juru sita serta kode etik aparatur sipil negara.

                Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Meulaboh Dr. H. Amir Khalis, MA memberikan pengarahan menyangkut dengan pelaksanaan tugas pokok dilaksanankan dengan sebaik-baiknya, dan proses penyelesaian perkara dilakukan dengan baik, lebih lanjut Dr. H. Amir Khalis, MA mengatakan perlu untuk menjaga keharmonisan dan kekompakan dalam bekerja dan kalau ada sesuatu masalah diselesaikan dalam rapat-rapat sehingga semuanya merasa nyaman.

00003

Ketua Mahkamah Syar’iyah Meulaboh Dr. Jakfar, SH, MH mengatakan bahwa seluruh jajaran di Mahkamah syar’iyah Meulaboh harus melaksanakan aturan-aturan tersebut dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan penuh tanggungjawab dan semua pihak tidak boleh berhubungan dengan pihak-pihak yang berperkara dan jangan melakukan pengutipan dan jangan menerima pemberian orang lain dalam bentuk apapun baik di Kantor maupun diluar Kantor. Hal yang lebih penting dalam melaksanakan tugas harus dilakukan dengan tekun, jujur dan ikhlas sehingga semuanya bernilai ibadah.

Berita oleh : Dr. Jakfar, SH, MH