Majalah Peradilan Agama Edisi 19: Membangun Birokrasi Peradilan Berkelas Dunia

Bandung, 4/06/2020. Bandung menjadi tempat berkumpul sekitar 20 orang Tim Redaksi Majalah Peradilan Agama. Tim redaksi dengan formasi baru ini terdiri dari pemimpin redaksi, Sekretaris Sedaksi, redaktur senior, redaktur utama dan kontributor daerah yang merupakan hasil kaderisasi dari tim redaktur senior. Para anggota tim redaksi tersebut diundang secara langsung oleh pemimpin redaksi, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. atas persetujuan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H.

IMG 1393

Setelah sebelumnya rapat redaksi  digelar secara virtual, pertemuan langsung tim redaksi secara tatap muka ini dibuka oleh pemimpin redaksi dengan didampingi Kabag Ortala Ditjen Badilag, Arief Gunawansyah, S.H., M.H.. Pada saat pembukaan, Arif Hidayat memberikan arahan terkait tema dan materi-materi yang disajikan di dalam outline.  Dalam kesempatan yang sama  ia juga mengingatkan para redaktur bahwa Majalah Peradilan Agama tidaklah seperti majalah pada umumnya yang memuat artikel biasa. “Majalah Peradilan Agama selalu dinantikan oleh para hakim agung dan warga peradilan agama di seluruh Indonesia, mereka selalu ingin mengetahui hal-hal baru apa saja yang menjadi pembahasan di dunia peradilan. Selain itu, Majalah Peradilan Agama sering kali menjadi bahan rujukan penulisan para akademisi dan praktisi hukum lainnya. Maka tulislah semaksimal mungkin.” ujar Arief Hidayat.

Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, agenda penyusunan Majalah Peradilan Agama Edisi 19 berlangsung selama 3 hari di Hotel Mercure Nexa, Jalan Supratman, Bandung sejak tanggal 2 – 4 Juni 2021. Setelah melalui beberapa kali revisi dan pertimbangan, Majalah Peradilan Agama Edisi 19 mengangkat tema utamaMembangun Birokrasi Peradilan Berkelas Dunia. Selain itu edisi kali ini juga membahas tentang Pengadilan Inklusi. Permasalahan ini diangkat sebagai perwujudan nyata dipenuhinya hak-hak masayarakat penyandang disabilitas yang berkepentingan di pengadilan agama. Selain itu, adanya pertimbangan bahwa salah satu indikator birokrasi yang berkelas dunia adalah terpenuhinya hak warga negara dalam sektor apapun termasuk pemenuhan akan rasa keadilan, tanpa diskriminasi, tanpa kecuali.

IMG 1642

Rubrik yang disajikan pada edisi 19 ini tetap mempertahankan rubrik pada edisi sebelumnya. Namun dengan pembahasan yang lebih aktual dan relevan dengan tema yang diangkat. Salah satu rubrik yang dibahas pada edisi kali ini adalah rubrik wawancara hakim agung, panitera, dan sekretaris baru Mahkamah Agung. Tak lupa ada juga rubrik pengadilan inspiratif yang mengulas pengadilan dengan sistem kinerja dan administrasi terbaik hingga menjadi pengadilan berprestasi.

Penyusunan Majalah Peradilan Agama di Bandung membuahkan hasil pekerjaan yang efektif mengumpulkan bahan tulisan dan juga pembagian penanggung jawab masing-masing rubrik yang efisien.

Bravo Tim Redaksi majalah Pengadilan Agama. Semoga selalu bersemangat dan menginspirasi.