Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM Pada Mahkamah Syar’iyah Aceh

Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Jamil Ibrahim didampingi unsur Forkopimda Aceh memegang piagam zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani di Mahkamah Syar’iyah Aceh, Senin (1/4/2019)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Mahkamah Syar’iyah Aceh melakukan menetapkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

Pencanganan WBK dan WBBM tersebut berlangsung di aula Ahmad Hasballah Mahkamah Syar’iyah Aceh, Banda Aceh, Senin (1/4/2019).

Acara itu dihadiri semua pegawai Mahkamah Syar’iyah Aceh. Penandatanganan zona integritas menuju WBK dan WBBM dilakukan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Dr HM Jamil Ibrahim yang disaksikan oleh unsur Forkopimda Aceh.

Tampak hadir Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, Plt Sekda Aceh T Helvizar Ibrahim, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, Ketua MPU Aceh Prof Tgk Muslim Ibrahim, dan Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Djumali dan Para Ketua Mahkamah Syar’iyah Kab/Kota se Aceh.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Dr. H. M Jamil Ibrahim dalam sambutannya mengatakan pencanangan ini dilaksanakan setelah dilakukan asesment internal.

Deklarasi itu juga menindaklanjuti perintah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 dan Keputusan Ketua MA Nomor 194 tahun 2014.

“Mahkamah Syar’iyah Aceh melakukan pencanangan ini sejalan dengan keinginan pemerintah dan masyarakat Aceh dalam mewujudkan pemeritahan yang bersih dan prima kepada masyarakat,” katanya.

Dia berharap, hakim dan pegawai di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Aceh dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pencari keadilan.

Karena hal itu sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam.(*)

*Serambi Indonesia